Kisah Abu Dzar R.A, Pejuang Sebatang Kara

Posted on January 22, 2008 by shinydays.
Categories: Uncategorized.

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Lonely_1

Abu Dzar al-Ghiffari ra. sebelum memeluk Islam adalah seorang
perampok para kabilah di padang
pasir, berasal dari suku Ghiffar yang terkenal dengan sebutan binatang buas
malam dan hantu kegelapan.

Hanya dengan hidayah Allah akhirnya ia memeluk Islam (dalam urutan kelima atau keenam),
dan lewat dakwahnya pula seluruh penduduk suku Ghiffar dan suku tetangganya,
suku Aslam mengikutinya memeluk Islam.


Disamping sifatnya yang radikal dan revolusioner, Abu Dzar ternyata seorang
yang zuhud (meninggalkan kesenangan dunia dan mengecilkan nilai dunia dibanding
akhirat), bertaqwa dan wara’ (sangat hati-hati dan teliti). Rasulullah SAW
pernah bersabda, "Tidak ada di dunia ini orang yang lebih jujur ucapannya
daripada Abu Dzar", dikali lain beliau SAW bersabda, "Abu Dzar –
diantara umatku — memiliki sifat  zuhud
seperti Isa ibn Maryam".


Pernah suatu hari Abu Dzar berkata di hadapan banyak orang, " Ada tujuh wasiat
Rasulullah SAW yang selalu kupegang teguh. Aku disuruhnya agar menyantuni
orang-orang miskin dan mendekatkan diri dengan mereka. Dalam hal harta, aku
disuruhnya memandang ke bawah dan tidak ke atas (pemilik harta dan kekuasaan)).
Aku disuruhnya agar tidak meminta pertolongan dari orang lain. Aku disuruhnya
mengatakan hal yang benar seberapa besarpun resikonya. Aku disuruhnya agar
tidak pernah takut membela agama Allah. Dan aku disuruhnya agar memperbanyak
menyebut ‘La Haula Walaa Quwwata Illa Billah’. "


Di pinggangnya selalu tersandang pedang yang sangat tajam yang digunakannya
untuk menebas musuh-musuh Islam. Ketika Rasulullah bersabda padanya,
"Maukah kamu kutunjukkan yang lebih baik dari pedangmu? (Yaitu) Bersabarlah
hingga kamu bertemu denganku (di akhirat)", maka sejak itu ia mengganti
pedangnya dengan lidahnya yang ternyata lebih tajam dari pedangnya.


Dengan lidahnya ia berteriak di jalanan, lembah, padang
pasir dan sudut kota menyampaikan protesnya kepada para penguasa yang rajin menumpuk harta di masa
kekhalifahan Ustman bin Affan. Setiap kali turun ke jalan, keliling kota, ratusan orang
mengikuti di belakangnya, dan ikut meneriakkan kata-katanya yang menjadi panji
yang sangat terkenal dan sering diulang-ulang, "Beritakanlah kepada para
penumpuk harta, yang menumpuk emas dan perak. Mereka akan diseterika dengan api neraka,kening dan pinggang mereka akan diseterika di hari kiamat!"


Teriakan-teriakannya telah menggetarkan seluruh penguasa di jazirah Arab.
Ketika para penguasa saat itu melarangnya, dengan lantang ia berkata,
"Demi Allah yang nyawaku berada dalam genggaman-Nya! Sekiranya tuan-tuan
sekalian menaruh pedang diatas pundakku, sedang mulutku masih sempat
menyampaikan ucapan Rasulullah yang kudengar darinya, pastilah akan kusampaikan
sebelum tuan-tuan menebas batang leherku"

Sepak terjangnya menyebabkan penguasa tertinggi saat itu Ustman
bin Affan turun tangan untuk menengahi. Ustman bin Affan menawarkan tempat tinggal
dan berbagai kenikmatan, tapi Abu Dzar yang zuhud berkata, "aku tidak
butuh dunia kalian!".

Akhir hidupnya sangat mengiris hati. Istrinya bertutur, "Ketika Abu Dzar akan
meninggal, aku menangis. Abu Dzar kemudian bertanya, "Mengapa engkau
menangis wahai istriku? Aku jawab, "Bagaimana aku tidak menangis, engkau
sekarat di hamparan padang pasir sedang aku tidak mempunyai kain yang cukup untuk mengkafanimu dan tidak
ada orang yang akan membantuku menguburkanmu".


Namun akhirnya dengan pertolongan Allah serombongan musafir yang dipimpin oleh
Abdullah bin Ma’ud ra (salah seorang sahabat Rasulullah SAW juga) melewatinya. Abdullah
bin Mas’ud pun membantunya dan berkata, "Benarlah ucapan Rasulullah!. Kamu
berjalan sebatang kara, mati sebatang kara, dan nantinya (di akhirat)
dibangkitkan sebatang kara".

 

~ 14 Muharram
1429 H ~

 




 

Beras Konvensional dan Aromatik

Posted on January 20, 2008 by shinydays.
Categories: Uncategorized.

 

Bismillaahir rahmaanir rahiim

Berdasarkan data dari pusat informasi pangan Asia (AFIC), lebih
dari 2 miliar penduduk Asia bergantung pada nasi untuk mensuplai 60-70 %
kebutuhan kalori perhari. Tingginya ketergantungan penduduk Asia kepada
konsumsi nasi, menyebabkan riset untuk menciptakan varietas baru pada padi
sangat maju. Hal ini menyebabkan semakin banyaknya varietas padi yang beredar
di pasaran. Secara umum beras di kelompokan menjadi dua kategori yaitu beras
konvensional dan beras aromatik.

Beras Konvensional

Berdasarkan Ricegrowwers Association Of Australia (RAA),
beras konvensional secara umum dikelompokan menjadi tipe beras yang memiliki
biji panjang, sedang dan pendek. Beras yang memiliki tipe biji panjang jika
dimasak akan menghasilkan nasi yang kering. Tipe beras ini biasa digunakan
untuk pembuatan nasi goreng, nasi kari dan makanan berbasis nasi lainnya yang
membutuhkan kualitas nasi yang kering dan tidak lengket.

Beras dengan tipe biji medium memiliki tipe biji yang bulat pada
kedua sisinya serta tidak terlalu panjang. Tipe beras ini akan menghasilkan
nasi yang memiliki tekstur yang agak berpati jika dimasak (sedikit lengket).
Beras tipe medium biasa digunakan untuk konsumsi sehari-hari. Tipe beras
konvensional yang terakhir adalah tipe beras pendek yang biasa disebut beras
mutiara atau glutinous rice. Tipe beras ini memiliki karakteristik biji
yang berbentuk bulat dan gemuk serta memiliki kandungan pati yang sangat tinggi
sehingga jika dimasak akan menghasilkan nasi yang basah dan lengket. Di wilayah
Asia, tipe beras ini ini digunakan untuk pembuatan dessert dan makanan
khas lainnya.

Beras Aromatik

Beras aromatik memiliki karakteristik nutty-like aroma.
Tipe beras ini lebih wangi dari sisi aroma
maupun rasanya. Yang termasuk
kedalam kelompok beras aromatik yaitu beras jasmine, basmati, arborio dan
koshihikari
.

Jasmine_rice_1
Beras jenis jasmine berasal dari Thailand, tetapi dewasa ini
banyak ditanam di wilayah Asia Tenggara dan China. Beras jasmine merupakan tipe
beras aromatik yang paling banyak
digunakan di Asia, karena nasi yang
dihasilkan dari beras jasmine memiliki aroma yang wangi dan alami serta sangat
cocok dikombinasikan dengan berbagai jenis masakan.

Basmati_1
Beras basmati berasal dari wilayah India dan Pakistan. Memiliki
rasa yang enak, berbiji ramping dan mudah pecah saat digiling, alasan ini yang
menyebabkan beras basmati merupakan beras aromatik yang paling mahal. Beras
jenis basmati sangat cocok disajikan bersama kari.

Arborio_2
Beras arborio secara
tradisonal ditanam di Italia dan digunakan dalam pembuatan risotto.

Koshihikari_2
Jenis beras
aromatik yang terakhir adalah koshihikari. Beras koshihikari berasal dari
Jepang, memiliki tipe biji yang pendek dan biasa digunakan dalam pembuatan rice
ball
dan sushi.

Walaupun semakin banyaknya varietas padi yang beredar dipasaran,
yang menjadi concern sekarang adalah bagaimana menyediakan beras yang
cukup untuk mengimbangi pertumbuhan populasi penduduk yang tinggi. Hal ini
menjadi sangat dilematis karena semakin banyak lahan pertanian yang dikonversi
menjadi kawasan industri.

~ 11 Muharram 1429 H ~


note : Pfuuuiiihhhh ,,, stlh sekian lama, akhirnya kembali ke habitat ,,,

Surat cinta untuk sahabat sejati

Posted on January 16, 2008 by shinydays.
Categories: Uncategorized.


Bismillaahir rahmaanir rahiim,,,,

Jln_sunyi

Sahabat, qt mengetahui semuanya akan berakhir
seperti ini, karena sedari awalpun sesungguhnya qt sudah mengadakan persiapan
untuk itu. Tapi tetap saja, bila waktu itu akhirnya tiba dan menghampiri qt,
akan ada semburat kesedihan yang qt rasakan. Persahabatan ini akan tetap berada
di tempatnya. Karena dia telah ada sebagai pembelajaran hidup bagi qt berdua.


Sahabat
, begitu banyak nikmat yang telah kita kecap bersama. Nikmat dan
manisnya sebuah persahabatan yang tulus. Persahabatan yang membuat qt dapat
saling memberikan manfaat bagi yang lain. Bukankah sebaik-baiknya manusia
adalah yang dapat menjadi dan memberikan manfaat bagi lingkungannya (tolong
koreksi aq bila salah…)


Sahabat
, tak henti-hentinya ku bersyukur
pada-NYA, yg telah RAHMAAN dan RAHIIM mempertemukan aq dengan mu. Pertemuan
yang ku yakin telah diatur-NYA untuk qt agar qt saling mengenal, saling belajar
dan mendewasakan diri, dan memberi dan menerima banyak manfaat satu sama lain.
Dan aq pun tak akan henti-hentinya tetap terus bersyukur pada-NYA, saat segala
yang telah ada pada persahabatan qt harus berakhir. Aq yakin kamu pun akan
merasakan hal yang sama sepertiku. Bersama mensyukuri akhir yang terjadi pada
saat qt berdua telah saling menguatkan satu sama lainnya. Saat qt sepakat untuk
mengakhiri semuanya dengan indah, yakinlah bahwa semuanya ini hanyalah
perpisahan sesaat, sebagai bagian dari persiapan qt untuk bersama lagi saat
mengecap harumnya Raihaan di sisi-NYA kelak.


Sahabat
, walaupun ke depannya qt tidak bisa saling
mendampingi dan berjalan beriring, yakinlah bahwa aq akan selalu ada untukmu
dan terus mendukungmu dalam do’a. Jangan pernah sungkan untuk menemui dan
menghubungiku bila kau butuh orang untuk berbagi semua kesedihanmu. Karena qt
adalah sahabat sejati.


Sahabat, satu pesanku untukmu. Saat kau
dihadapkan pada pilihan, diam nyaman atau bergerak
untuk lebih baik, dua-duanyanya ada resikonya. Berani untuk melangkah itu
syarat awal. Man jada wa jada. If you know it, then do it. Knowing the road is not the same to walking the road. It’s a big difference.
Mengetahui jalannya dengan menjalani jalan itu sangat beda. Ibaratnya, qt tahu
caranya untuk meraih kesuksesan, tapi tidak ada yang qt perbuat untuk
meraihnya. Dan yang paling baik dari semuanya adalah to walking the road that you know,
walaupun hal ini jarang bisa qt lakukan karena memang susah untuk menjalaninya.
Yang terpenting untuk semuanya itu adalah teruslah berdo’a, berusaha,
berikhtiar dan bersabar. Selanjutnya dalam melangkah, ada dua hal yang harus
diperhatikan. Melangkah mundur dan melakukan loncatan. Langkah mundur dapat kau
lakukan pada saat kau mempersiapkan strategi dan berinstropeksi. Tanpa mundur
terlebih dahulu, kau tak mungkin dapat melakukan loncatan. Saat kau melakukan
loncatan, tujukanlah hal itu untuk mengejar ketertinggalanmu. Analoginya adalah
saat qt memutuskan untuk mengadakan perjalanan , katakanlah dari Jakarta ke
Yogyakarta.  Ada dua hal yang bisa qt lakukan untuk menempuh perjalanan
tersebut.  Bisa lewat darat atau udara.
 Bila qt menempuh perjalanan lewat darat, qt harus
menelusuri ruas demi ruas tanpa bisa loncat.. Sedangkan dengan pesawat, ruas
demi ruas antara Jakarta dan Yogyakarta menjadi kurang penting


Sahabat, jangan pernah acuhkan dan lupakan aq.
Mungkin raga qt tak lagi beriringan, tapi hati dan jiwa qt akan selalu saling
berdampingan ….

 

 Aishiteru!


~ 7 Muharram 1429 H ~

…….dan akhirnya…….

Posted on November 8, 2007 by shinydays.
Categories: Uncategorized.

Bismillahir rahmaanir rahiim

Setelah sekian lama kita tidak juga
bisa saling melepaskan cinta ini untuk suatu cinta yang lebih agung.

Setelah sekian lama kita terus
berkubang dalam lumpur penderitaan dan jutaan tetes air mata.

Setelah sekian lama hati kita terus
dibutakan oleh keindahan duniawi yang kita pun sadari segalanya hanya semu dan
sesaat.

Setelah sekian lama kita bergembira
di atas kehancuran perlahan dari orang-orang teramat kita sayangi.

…….dan akhirnya…….

 

Kita sepakati bersama bahwa cinta yg
lebih agunglah yg harus kita genggam karena DIA lah di atas segalanya.

Kita sadari bersama bahwa tak akan
ada lagi penderitaan dan tetes air mata yang akan terbuang percuma.

Kita fahami bersama bahwa dunia ini
hanyalah sekedar tempat singgah, tempat pemberhentian sementara demi persiapan
dan pemenuhan segala perbekalan demi akhirat yang kekal.

Kita akui bersama bahwa sungguh tak
layak dan teramat teganya bila kita masih bisa bertahan melihat mereka terus
tersakiti.

 

Bila kau yakinkan aku bahwa kau akan
baik-baik saja, kupastikan aku akan baik-baik pula.

Bila kau katakan padaku bahwa kau
akan maju melangkah, kupastikan aku pun akan maju melangkah.

Bila kita mengharapkan semoga segala
kebaikan, ketenteraman dan ketenangan dan perlindungan-NYA kelak akan kita
peroleh, mari bersama mewujudkan itu semua, walaupun raga ini tak kan lagi
berada berdekatan, kita tahu jiwa ini telah terbelah untuk menyatu dan melebur
ke dalam diri kita masing-masing.

  

Aku mencintaimu karena ALLAH,
saudaraku!

 

…just 4 u, ukhtiku sayang…

Posted on June 27, 2007 by shinydays.
Categories: Uncategorized.

<!–
@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Teruntuk
Ukhtiku tersayang yang sedang dilanda kegalauan.

Assalaamu’alaikum
Ukhti Maniez-ku sayang…


Bagaimana
kabar anti hari ini? Semoga anti selalu dilindungi oleh ALLAH SWT
Sang Pemilik Kehidupan ini.


Ukhtiku
sayang, kenapa belakang ini wajahmu tidak seceria seperti biasanya…
Adakah kegalauan hati yang tengah anti berusaha untuk tutupi?? Adakah
ini lagi-lagi tentangnya??


Ukhtiku
sayang, janganlah bersedih dan galau hanya karena masalah kecil ini.
Afwan bila ana menyebutnya sebagai masalah kecil.  Karena
sesungguhnya hidup ini penuh dengan masalah.  Dan masalah yang sedang
anti alami adalah hanya sebagian kecil dari masalah-masalah lain yang
pastinya juga ada di dalam diri anti, bukan?  Jangan biarkan masalah
kecil ini berlarut hingga akhirnya dia mengendap di dasar hatimu. 
Mengadulah padanya.  Taqarrub ilallaah-lah.  Bila kau
kembalikan segala urusanmu pada-NYA, yakinlah bahwa DIA pasti
menolongmu dan memecahkan semua permasalahan yang tengah kau hadapi.


In
tanshurullaaha yanshurkum wayutsabbit aqdaamakum.  Jika kalian
menolong (agama) ALLAH, pasti IA akan menolong kalian dan meneguhkan
pendirian kalian.”


Ukhtiku
sayang, luruskan niat. Luruskan komitmen.  Saat anti membuat
komitmen, anti harus mampu menanggung dan menerima semua konsekuensi
yang akan timbul karenanya.  Jika ternyata pada perjalanannya, banyak
masalah yang tidak diinginkan timbul dan tidak sesuai dengan
pengharapan dan tidak sama dengan apa yang anti bayangkan, maka
cobalah untuk kembali pada niat dan komitmen awalmu.  Tahukah anti
bahwa saat kau membuat komitmen, ALLAH menyaksikannya.  Tahukah anti,
seharusnya komitmen yang anti buat adalah semata-mata komitmen yang
bertujuan untuk mengharap ridho-NYA.  Bukankah kita hidup di dunia
ini adalah untuk mendapatkan ridho-NYA??  Ingatlah juga bahwa dunia
ini fana.  Dunia ini hanyalah sekadar tempat singgah.  Hanya untuk
sementara.   


Hai
kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan
(sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal” (QS
40 : 39)


Ukhtiku
sayang, yakinlah bahwa semua yang anti alami adalah sebagian dari
ujian-NYA, karena DIA ingin menguji komitmenmu.  Apakah kau akan
istiqomah atau justru menjadi futur.  Ukhti bilang,  anti ingin
menjalani hidup ini sesuai syar’i (dan itu semata-mata demi
menggapai ridho-NYA, khan??!!).  Mungkin anti menganggap apa yang
anti tengah jalani sekarang benar-benar berada pada koridor yang
syar’i.  tapi bukankah yang bisa dan berhak menilai semuanya itu
hanya-lah DIA???  Manusia itu tempat khilaf, dan kadang kita tidak
dapat melihat dan dibutakan oleh  kekhilafan yang telah kita lakukan
sendiri.  Marilah mencoba untuk sejenak bermuhasabah dan
mentaujih diri.  Apakah semua yang kita lakukan sudah berada di
jalur yang seharusnya??  Apakah sudah benar-benar syar’i jalan yang
kita tempuh ini?? Apakah kesenangan duniawi yang hanya sejenak ini
lebih melenakan kita?  Apakah kita masih dikuasi oleh hawa dan nafsu
dunia?


Setiap
muslimah, sudah menjadi fitrahnya, berkeinginan untuk menemukan
pasangan jiwanya.  Tiap-tiap yang bernyawa sudah ALLAH gariskan
pasangannya. Dia pasti akan datang, bila waktunya sudah tiba. Tidak….
ana tidak akan memberikan penilaian terhadap apa yang telah anti
jalankan.  Sama sekali bukan kapasitas ana untuk menilainya…
anggaplah ini sebagai sebagian dari rasa kepedulian dan kasih sayang
terhadap saudarinya.
 


Ukhtiku
sayang, dalam mencari pasangan jiwa, sesungguhnya telah ada tata
caranya. Tata cara yang syar’I dan sebenarnya pun kita tahu akan
hal tersebut, hanya terkadang kita lebih mengedepankan ego dan
menjalankan semuanya berdasarkan keinginan manusiawi kita yang justru
belum tentu baik di mata ALLAH. 


Boleh
jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh
jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu.
ALLAH mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui" (QS 2 : 216)


Jadi
ukhtiku sayang, kenapa kita masih juga menempuh jalan yang berbeda,
padahal sudah jelas-jelas kita diberitahu tata caranya.  Jangan
khawatir ukhti…. Ikhwan yg faham, tidak akan mencari kesempurnaan
dalam diri seorang akhwat untuk dijadikan isterinya. Namun mencari
yang amanah, taat pada suami dan setia menemaninya berjuang di jalan
ALLAH tanpa keluh kesah. Karena menikah adalah untuk saling
melengkapi agar tercapai kesempurnaan di mata-NYA…


Dan
di antara tanda-tanda kekuasaan-NYA adalah DIA menciptakan untukmu
istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa
tentram kepadanya, dan dijadikan-NYA di antara kamu rasa kasih
sayang. 
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat
tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”. (QS  30  : 21)


Nah
ukhtiku sayang, untuk lebih afdholnya…, mari buatlah diri kita
shalih dulu di mata ALLAH…niscaya DIA akan memberikan yang lebih
untuk hidup kita, termasuk pasangan jiwa… Ingatkah ukhti akan
janji-NYA bahwa “Lelaki yang shalih hanya untuk wanita yang
shalihah, begitu pula sebaliknya, wanita yang shalihah telah
diperuntukkan untuk lelaki yang shalih”.


Wanita-wanita
yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji
adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang
baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah
untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu
bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi
mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga)”. (QS 24 : 26)


Ukhtiku
sayang, bukankah jika kita ingin mendapatkan pasangan jiwa seperti
Rasulullah SAW, jadilah kita seperti Khadijah ?  Jika ingin pasangan
jiwa seperti Ali Bin Abi Thalib, jadilah kita seperti Fathimah?


Ukhtiku
sayang, berhusnuzhan-lah pada-NYA.  Apapun yang tengah anti hadapi,
adalah bagian dari pendewasaan diri dalam menjalani kehidupan yang
syar’i.  Bukan hal yang mustahil, bahwa justru permasalahan yang
tengah anti hadapi adalah jawaban-NYA atas semua istikharah yang  tak
hentinya telah anti lakukan tiap malamnya.  Dan janganlah bosan untuk
mencurahkan ikhtiar, munajat serta untaian doa yang tiada
habis-habisnya kepada ALLAH, Sang Pemilik Hati.


Berdo’alah
kepada-KU, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.  Sesungguhnya orang
yang menyombongkan diri dari menyembah-KU akan masuk neraka jahannam
dalam keadaan hina dina “ (QS 40 : 60)


Di
dalam hadits shahih, Rasulullah SAW menjelaskan, “Tidaklah
seorang hamba meminta kepada ALLAH permintaan yang di dalamnya tidak
ada dosa, tidak juga pemutusan silaturrahim, kecuali ALLAH pasti akan
memberinya salah satu dari tiga hal.  Akan dikabulkan permintaan itu
di dunia.  Atau akan disimpankan untuknya di akhirat.  Atau dia
dijauhkan dari kejahatan senilai dengan apa yang dia minta”. 
Para
shahabat berkata, “Kalau begitu kita banyak-banyak meminta wahai
Rasulullah?”
Rasulullah SAW menjawab, “ALLAH (memiliki)
lebih banyak”.


Ukhtiku
sayang, sesungguhnya meminta pasangan jiwa yang shalih yang akan
membantu kita dalam mengarungi perjalanan, menyemangati hidup dan
memberi kontribusi bagi kedamaian ruhani kita adalah salah satu cara
dari sarana yang kita perlukan dalam perjalanan hidup menuju
kesudahan yang abadi.  Bahagia kelak di dalam SYURGA-NYA.


Jadi…ukhtiku
sayang, yang perlu kita lakukan untuk saat ini adalah terus berazzam
menjaga kehormatan diri hingga kita menemukan pasangan jiwa.  Dan
mengutip taushiyah dari seorang teman, Ukhti Maniez yang shalihah
adalah untuk seorang ikhwan shalih yang
sebentar lagi akan menjemput bidadarinya…

Wallahu
‘alam bish shawab.

Wassalaamu’alaikum
warahmatullaahi wabarakaatuh.



Note
: Buat Ukhti Maniez, semoga kegalauanmu cepat sirna.  Semoga juga
dapat dijadikan taujih bagi diri ini untuk senantiasa bermuhasabah
dan mengingat-NYA di kala hati ini digoyahkan oleh nafsu duniawi.

terima kasih….part 2

Posted on May 28, 2007 by shinydays.
Categories: Uncategorized.

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Ternyata masih ada saja orang-orang yang aq lupakan..Orang-orang yang punya andil besar dalam hidupku.  Orang-orang yang patut kuhaturkan rasa terima kasih yang tulus, disertai rasa penghargaan dan penghormatan yang setinggi-tingginya.  Buat mereka berikut ini, percayalah…kehadiran kalian amat berarti bagiku.  Karena kalianlah, aq bisa menjadi seperti saat ini…

Bibik… bertahun-tahun, Bibik mengabdi di keluarga kami.  Dari aq belum lahir sampai sekarang sudah menjadi dewasa.  Bibik memang datang dan pergi, tapi pada akhirnya tetap saja Bibik kembali pada kami (senangnya…).  Bibik sudah menganggap kami seperti anak2nya.  Memperlakukan kami dengan penuh kasih sayang.  Dan Bik… Bibik juga tahu betapa kami pun menghormati, menghargai dan menyayangi Bibik layaknya seperti orang tua kami sendiri.  Terus kuat dalam perjuangannya ya, Bik.. Semoga di usia senja ini, Bibik tinggal memetik buah termanis dari segala perjuangan dalam hidup Bibik.  Terima kasih yang tak terhingga untukmu, Bik…

Para dokter2 yang sudah memiliki andil yang besar bagi aq dan keluargaku (ya begini lah nasibku yg hrs sll berurusan dg mereka..hiks..hiks… *hayo tetep semangat atuh!!!*).  Dokter Hans, dokter keluarga kami.  Dokter penuh humor yang menghapus citra menakutkan akan sosok seorang dokter.  Dokter Hans yang tetap awet muda…(atau awet tua???^_*).  Aq tdk sedikit pun melihat perubahan pada dokter.  Sama seperti dulu, saat pertama kali, aq mesti berurusan dg dokter.  Aq ingat, saat itu aq msh SD, dan aq sempat ketakutan karena kupikir pasti aq akan menjalani hal2 yang menyakitkan… .  Dokter Yuswar, ya..meski aq pernah dibuat “melayang2 di udara”, perhatianmu buat kesehatanku benar2 tulus.  Dokter Bambang (dok…kadang aq males klo hrs antar mama check up tiap bln, takut di “ceng2-in” mulu…he2).  Terima kasih ya Dok, dah care banget ma kesehatan Mama. Dokter Suksmono (klo aja semua dokter yg ada spt dokter Suksmono…psti banyak org yg bela2in sakit biar bs ktmu terus ma dokter ya…*lah koq bukannya doa’in spy smua org sht2 sll*).  Dokter Suksmono bnr2 dokter yg pantes jadi ustadz ya..terima kasih buat taushiyah2-nya, ya Dok. 

Para penghusada dan ex-penghusada di YPM.  Pak Singgih dan Bu Pudji, Pak Heri, Pak Deden, Mas Mufidz, Mbak Debby, Mbak Mariyah, Mbak Ema, Mbak Ida, Mbak Sari, dll (saking banyaknya jd lupa euy…!).  Terima kasih banget!!!!  Kalian sudah seperti keluarga.  Jangan kapok ya… kadang aq sering bandel kan…?!

Teman seperjuanganku…Firda…us. (seperjuangan dalam apaan sih qt?? <_<).  Terima kasih ya buat transferan ilmunya, buat diskusi alot antara qt, buat koreksiannya klo bacaan dan hapalan suratku mulai kacau, pokoknya buat segalanya.  Tapi btw kenapa sih km langsung ciut.  Katanya km mo terus semangat dan membuktikan bahwa km tuh layak diperhitungkan… Fir, doain aq ya spy aq ga lagi2 mimpi yg aneh2 ttg kamu, takut kejadian lagi.  Setiap kali aq mimpiin kamu, ada2 aja kejadian ga enak yg menimpa km..(mungkin karena “ikatan batin” qt yg lumayan kuat ya.. kita lahirnya dekatan sih ya…. berasa “kembar siam yg hrs dipisahkan oleh operasi pemisahan, pdhl qt belum rela buat dipisahkan…*qiqiqi*”).  Fir..moga km cepat ketemu bidadari-mu ya…dan kelak semoga ga lagi bnyk rintangan yg brusaha mematahkan semangatmu itu.  Aq akan terus mendukungmu, Bro!!! terus lah berjuang…!!!

Ukhtiku tersayang.  Ukhti Rie…   Ukh, perkenalan awal qt krn campur tangan Abi… (makasih ya Bi, kamu dah ngenalin aq dg ukhti Rie..).  Ukhti… betapa ana begitu mensyukuri kehadiran ukhti dalam hidup ana.  Banyak ilmu yang ana peroleh dari ukhti.  Bila saja dahulu ana berada di dalam komunitas seperti komunitas2 yang ukhti ada di dalamnya… pasti nikmat sekali ya…. Tapi Ukht, muslimah yang baik tidaklah pantas untuk berandai2 ya, karena itu hanya akan menimbulkan penyesalan, sedangkan penyesalan itu baru akan berharga bila menjadi pelajaran dan pelecut timbulnya keinginan untuk berubah ke arah yang lebih baik?!   Terima kasih, Ukhtiku sayang…

Dan terakhir…saudara dan saudariku di komunitas yang baru yang di dalamnya lah saat ini aq ingin terus berada.  For my ukhti fillah… semoga kalian semua terus menjadi pendukungku yang tak kan pernah lelah terus menyemangati aq.  Terus berjuang..kita pasti bisa!!!!

dedication…Ummi and Abi

Posted on May 23, 2007 by shinydays.
Categories: Uncategorized.

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Ummi and Abi

This one is for you

I know I’m speakin’ kinda different

But the message shines through

Just like that after fajr sun

Felt commanded by the ONE

Shine a light on those who raised righteous daughters and sons

Who, accept their purpose

Immersed in ALLAH’s worship

Bartering this time in life

For an after life purchase

Started early in the season

Way back when we was teethin’

Sealed Islam in our hearts

So later on we be strictly DEENIN

I beg for their protection and forgiveness

And bestow on them Your mercy ALLAH

Which is endless

And on these words I stand true

As long as I’m alive I’ll be praying for you

Come on!

This goes out to my Ummi’s and Abi’s

Raising up these young Muslims to be Jannahtees

This goes out to my young Uhktees rocking hijab in the midst of the hot summers heat

This goes out to my young Akhis hold it down for now

Cause one day we’ll take the lead ya’ll

This goes out to the Muslim family

It’s a special dedication to you from me

To all my sisters we see ya’ll out there

And don’t fret because the people like to gawk and stare

It seems unfair

But some times it’s with sincerity

Shocking to their system to see so much purity

Demonstrated in your adab and your hijab

Eyes staring but their souls there wishing that they had

Your place in time

being righteously inclined

Purity of heart and mind

Guidance from the One, who swore by the time

that patience and adherence bring sustenance

Provisions from ALLAH SWT which is heaven sent

But TV, magazines, how fair they make it seem for you to leave the Deen

be his lifelong dream

And don’t be confused, Shaitan pulls double duty

He’s doing all he can to have you display your beauty

You’re soldiers at war so prepare for the attack

And call on ALLAH cause He’s got your back

This goes out to my Ummi’s and Abi’s

Raising up these young Muslims to be Jannahtees

This goes out to my young Uhktees rocking hijab in the midst of the hot summer’s heat

This goes out to my young Akhis hold it down for now

Cause one day we’ll take the lead ya’ll

This goes out to the Muslim family

It’s a special dedication to you from me

Ya akhi, shibabul Muslimeen

Future leaders and receivers of this blessed Deen

To me it seems, Shaitan got us caught up in a scheme

Making our mission in life, to cop that cream

don’t make me out, to be one who like, misunderstands

Cause I know one of these days, you’ll support the fam

But whose gonna be left there to support Islam?

It’s like the sister’s heard the call

But what happen to my mans and them

Catch these gems, cause the pickin’s is slim

The outlook for the men, right now is looking pretty grim

Accept for ya’ll who be in it, since the beginning

Even in the 9th inning when the other team is winning

You were STILL in it

Volunteering and God fearing, adhearing to the call of ALLAH

Orienteering the Deen to the status where it’s suppose to be,

And that’s why I’m rocking this here Akhi.

Come on!

(biggest hugs for ya’ll my akhis : NATIVE DEEN)

akhi yang dicintai oleh ALLAH

Posted on May 22, 2007 by shinydays.
Categories: Uncategorized.

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalaamu’alaikum akhi yang dicintai oleh ALLAH..

Akhi, walaupun pada akhirnya komunikasi antara kita akan terputus, tapi percayalah Akhi, persaudaraan antara kita begitu berarti dan indah.  Ana tidak akan menjadikan antum sebagai bagian dr sebuah kenangan, karena kadang kala kenangan itu bisa terhapus dari memori kita, sedangkan ana tidak akan mungkin dapat menghapuskan sosok antum yang begitu menancap kuat dalam kehidupan ana.  Bersama antum, ana begitu merasakan nikmatnya ghirah Islam, nikmatnya hidup yang sesuai syar’i.  Berkat antum pula, ana menjadi sosok yang lebih kuat menghadapi berbagai ujian yg terbentang di depan mata.

Akhi, antum tahu bahwa ana mencintai antum semata karena cinta ana pada ALLAH.  Antum tahu akan hal itu sedari awal.  Ingatkah antum akan salah satu nukilan hadits dari Kitab Riyadhus Shalihin ini..?

Dari Anas r.a. dari Nabi SAW, sabdanya:  "Ada 3 perkara, barangsiapa yg 3 perkara itu ada di dalam diri seseorang, maka orang itu dapat merasakan manisnya keimanan yaitu : jika ALLAH dan Rasul-NYA lebih dicintai olehnya daipada anyg selain keduanya,jika seseorang itu mencintai orang lain dan tidak ada sebab kecintaannya itu melainkan karena ALLAH dan jika seseorang itu membenci untuk kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh ALLAH dari kekafiran itu, sebagaimana bencinya kalau dilemparkan ke dlm api neraka." (Muttafaq ‘alaih).

Itulah dasar kecintaan ana pada antum.  Namun akhi, bila kecintaan ini justru menyebabkan ana terlena pada cinta dunia yang semu belaka ini dan melupakan tujuan akhir kita semua akan terkecapnya akhirat abadi yang manis di dalam taman-taman syurga, betapa ana telah mengkhianati manisnya keimanan itu…

Terlebih lagi, Akhi…kita berdua tahu, terkadang suatu hal diawali dengan niat yg mulia, niat yang tulus, namun pada perjalanannya, semua niat itu menjadi berbelok arah, menyimpang, bahkan menelusuri jalan yang benar2 berlawanan.  Katakanlah duhai Akhi, ALLAH meridhoi niat awal kita, namun apakah ALLAH masih akan meridhoinya setelah dilihatnya kita menempuh jalan yg tidak seharusnya?? ALLAH akan murka, Akhi… Sungguh Akhi, kita tidak akan sanggup untuk menghadapi kemurkaan-NYA.  Sungguh, Akhi… bukankah hidup ini adalah menuju ridho-NYA??

Akhi, setan tidak akan pernah berhenti menggoda, mengganggu dan menggoyahkan keimanan manusia.  Namun, akhi, kita-pun patut untuk bercermin diri.  Apakah kita yg lemah ataukah setan yang kuat dalam segenap usahanya itu??  Akhi, janganlah kita mengotori niat mulia kita, hanya karena bombardir setan yang akan semakin kencang menggemuruh karena senangnya dia melihat kita yang semakin lemah.  Maka Akhi, sudah tiba saatnya kita kembalikan semangat kemuliaan niat kita pada tempatnya yang semula, tempat yang semestinya.  Kita pasti bisa, Akhi…

Shaykh Abbas as Siisi dalam kitabnya Al Thaqir ilal Quluub, mengatakan bahwa cinta karena ALLAH adalah pintu menuju hati.  Namun perlu diperhatikan bahwa cinta karena ALLAH dan persaudaraan karena-Nya itu, bukan sarana untuk menikmati pelampiasan perasaan, atau untuk membuang-buang waktu dengan mengobrol, atau kegiatan lain yang mengasyikkan namun tanpa faedah.

Bila kita menelaahnya dengan seksama, dan mengembalikan semuanya dengan melihat kondisi  yang ada pada diri kita saat ini, apakah layak kita mengagungkan diri sebagai bagian dari pecinta ALLAH??

Marilah Akhi, kita kembalikan kesucian cinta kita pada ALLAH dengan berpijak kembali pada niat awal kita bahwa  cinta dan persaudaraan karena ALLAH adalah dengan mencurahkan perasaan, berjuang untuk membantu saudaranya demi peningkatan potensi diri secara bersama-sama, dengan tarbiyah dan takwiniyab, "penyemaian biji", "pencabutan rumput", dorongan semangat dan hasrat, penyebaran dakwah melalui persaudaraan yang tulus, ibadah yang khusyuk, serta kontinuitas dalam menyampaikan dakwah dengan cara yang baik.

Akhi, bukankah niat mulia antum telah berhasil terlaksana.  Antum bisa lihat lewat segala perubahan menuju kebaikan yang telah antum lakukan untuk ana.  Tanpa adanya dukungan kuat dari antum, ana pasti masih akan terseok-seok, tertatih-tatih di bagian terbawah dari tangga kehidupan yang terus menjulang dan bahkan mungkin saja sebelum ana berhasil melampaui satu undakan, ana justru malah menukik dan terhempas kembali ke dasar.

Akhi, sekarang ini izinkan ana untuk mempercayai kekuatan diri ini, kekuatan yang akan selalu mendapatkan perlindungan penuh dari KEKASIH TERCINTA, KEKASIH TERAGUNG.  Janganlah akhi mengkhawatirkan diri ana.  Akhi bilang, akhi takut akan kehilangan ana.  Kenapa harus takut, akhi??? Yang harus kita takuti adalah, bahwa saat KEKASIH TERCINTA kita memanggil kita, kita belumlah siap membawa bekal yang cukup, cinta yang penuh yang semata utk-NYA.

Akhi…bila sekarang kita mesti berpisah, yakinlah bahwa kelak kita akan berkumpul bersama di taman Firdaus.  Mengecap nikmatnya buah dari keimanan kita.  Buah dari kecintaan kita pada-NYA.

Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Cinta karena Allah adalah Pintu Menuju Hati

Posted on April 19, 2007 by shinydays.
Categories: Uncategorized.

Cinta karena Allah adalah pembuka hati, namun terkadang muncul beberapa  perilaku yang menghambat cinta tersebut. Mengekspresikan perasaan cinta tanpa pertimbangan, tanpa penahapan, tanpa kesesuaian dan keserasian, atau tanpa memperhatikan momen dan kesempatan, dapat menyebabkan kontra produktif. Cinta karena Allah dan persaudaraan karena-Nya, bukan sarana untuk menikmati pelampiasan perasaan, atau untuk membuang-buang waktu dengan mengobrol, atau kegiatan lain yang mengasyikkan namun tanpa faedah. Juga bukan sekedar untuk mencairkan beban sesama muslim dalam meringankan amanah dan tanggung jawab dakwah yang berat dengan kunjungan, memberi sedekah, membuat forum diskusi, surat menyurat, duduk-duduk berbincang tentang berbagai hal yang menghabiskan waktu dan menyia-nyiakan berbagai kewajiban dan tanggung jawab konkret padahal bagi mereka waktu adalah kehidupan itu sendiri dengan harapan bahwa semua itu merupakan jalan mudah menuju surga.

Bukan semua ltu. Namun persaudaraan karena Allah adalah curahan perasaan, berjuang untuk membantu saudaranya demi peningkatan potensi diri secara bersama-sama, dengan tarbiyah dan takwiniyab, "penyemaian biji", "pencabutan rumput", dorongan semangat dan hasrat, penyebaran dakwah melalui persaudaraan yang tulus, ibadah yang khusyuk, serta kontinuitas dalam menyampaikan dakwah dengan cara yang baik.

Tidak ada derajat cinta karena Allah yang lebih agung daripada cinta yang dapat memunculkan keagungan dakwah, membangun kerangkanya, dan menegakkan daulah Islam di dunia.

Sumber : Kitab At Thaqir ilal quluub -Shaykh Abbas As Siisi-

menjemput hidayah

Posted on March 21, 2007 by shinydays.
Categories: Uncategorized.

Sekitar sebulan yang lalu, aq bertemu dengan teman kuliahku dulu. Ternyata sudah hampir 4 tahun lamanya kami tidak pernah bertemu. Penampilan temanku itu masih sama seperti dahulu, bahkan dia juga cerita kalau pacarnya pun masih sama. Pacar yg sama, yang sudah setia bersamanya selama hampir 11 tahun ini (yang aq heran, kenapa ya dia belum juga menikah padahal secara materi pastinya dia sudah cukup mapan untuk membangun sebuah keluarga ??). Kembali ke topik semula (kalau Tukul bilangnya pasti “kembali ke laptop…!!” ^_^), temanku bilang kalau penampilanku sangat berubah …tidak seperti dulu. Karena yang berkata begitu adalah orang yg sudah hampir 4 tahun ini tidak pernah ketemu, ya wajar saja. Nah di lain waktu, aq bertemu dg teman yg sudah 8 bulan tidak pernah bertemu. How shock he was, when he saw me for the first time after our met about 8 months ago. 8 bulan yang lalu, saat aq dan dia masih sering bertemu (bahkan dulu kami sering pulang bersama), aq masih seorang dhila dengan segala kecuekannya, dengan segala kecentilannya, dengan segala kesemauan -gw-nya, dan dengan segala-segala hal yang berbeda dengan kondisi saat ini. Dia bertanya, “kemana dhila yg dulu dia kenal”. Dan lagi-lagi, yang paling jadi sorotannya adalah tampilan luarku yang baru. Tampilan luar yang bahkan 8 bulan yg lalu juga tidak pernah aq pikirkan dan bayangkan sebelumnya. Tapi bagaimana pun dia mengucapkan selamat bagiku. Dia bilang akhirnya aq mau “menjemput hidayah”.

Menjemput hidayah??  Ya dia benar dengan mengatakan hal itu. Untuk lebih mudah dalam memahaminya, mungkin disini kita dapat mengganti kata “menjemput” dengan “mencari”. Selama ini kebanyakan orang akan bilang atau mengklaim “belum dapat hidayah” sebagai pembenaran atas alasan mereka belum bisa berubah “ke arah yg lebih baik”, atau dalam bahasa yang sederhana, mereka belum siap untuk melakukan hal-hal tersebut dg alasan-alasan yang pastinya beragam. Tahukah mereka, hidayah tidak akan datang dg sendirinya kalau dari diri kita tdk ada kemauan untuk mencarinya??? (mungkin setiap orang yang membaca ini, akan mengeluarkan argumentasi yang beragam dalam mengomentari pendapatku, tapi berbeda pendapat itu sangat wajar koq..). Nah bagai mana pula kalau ada lagi orang yang bilang bahwa sebenarnya dia pun sudah berusaha mencari hidayah itu tapi belum juga didapatkannya??  Untuk menanggapi hal tersebut, aq hanya bisa bilang, …… coba lah bertanya ke diri kamu sendiri. Apakah kamu sudah berusaha dengan sungguh-sungguh dalam memperoleh dan mencari hidayah itu. Hidayah itu tidak akan datang sekonyong-konyong dan secepat yang kamu inginkan.

Mari kita coba untuk membuat analoginya. Misalnya kamu dalam kondisi yang lemah, tidak memiliki tenaga karena dahaga yg teramat sangat. Di kejauhan, kamu lihat ada setitik air. Ya cuma setitik air. Tapi kamu yakin, walaupun hanya setitik, air itu dapat menghilangkan dahagamu. Namun untuk mendapatkannya tidak mudah. Kamu harus melewati banyak kendala dan hambatan berupa (misalnya..) melewati begitu tak terhingganya duri yg bertaburan di sepanjang jalan, tapi karena dahagamu yang begitu hebatnya kamu putuskan untuk melewati itu semua dengan segala konsekuensi dan penderitaan yang pastinya akan kamu alami, yaitu tertusuk duri. Mula-mula, kamu tertusuk satu duri. Rasanya teramat sakit. Kamu mulai berfikir untuk menyerah, tapi dahagamu semakin memuncak, sehingga kamu memutuskan untuk terus melangkah. Setelah berpuluh-puluh, mungkin hingga beribu-ribu duri kamu lewati, niscaya rasa sakit itu akan semakin berkurang, bahkan tidak lagi kamu rasakan. Semuanya ini bisa terjadi karena yang ada dipikiranmu adalah bahwa kamu harus bisa mendapatkannya. Mendapatkan setitik air itu. Dan akhirnya setelah berbagai penderitaan itu bisa kamu lewati, kamu pun mendapatkan air itu, dan hilanglah dahagamu. Muncul lah kepuasan yang tiada tara. Kamu tidak lagi merasakan dahaga, tenagamu pulih dan kamu dapat meneruskan semua aktifitasmu dengan baik, bahkan kamu bisa jauh lebih baik dari sebelumnya.

Nah coba kondisikan hal tersebut dalam upayamu mencari hidayah itu. Bila kamu masih juga sempat berputus asa dalam mencari hidayah yang tidak juga kunjung kau temukan itu, berarti azzam-mu belum kuat, belum kokoh. Bukankah ALLAH tidak menyukai orang yg berputus asa? Maka, terus lah untuk mencarinya, teruslah untuk menggapainya. Jalannya memang sukar, tidak mudah, akan banyak rintangannya, dan akan penuh dengan derita. Yakinlah ALLAH akan melihat kesungguhan hatimu. Betapa setiap langkah yang kau tempuh dalam mencari hidayah itu akan bernilai begitu luar biasanya di mata ALLAH. Betapa setiap penderitaan dan pengorbanan yang kamu lewati adalah bernilai ibadah.  DIA akan terus mengucurkan rahmat, nikmat, dan pahala bagi setiap langkahmu itu. Betapa justru ALLAH tengah mengujimu, apakah kau akan mundur dalam usahamu itu ataukah justru sebaliknya, kau terus maju dalam menggapai hidayah tersebut. Percayalah di balik setiap ujian ALLAH ada hikmah yg tersembunyi, hikmah yang begitu indah bagimu, bagi kehidupanmu.

So….sudah siapkah kamu menjemput hidayah???